Menguatkan Demokrasi Lewat Kolaborasi
|
Badung, Bawaslu Badung – Membangun demokrasi yang kuat tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi juga membutuhkan peran aktif dunia pendidikan. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Badung menggelar Konsolidasi Demokrasi bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Kuta Selatan, I Gusti Ngurah Sastra Santika, S.T., pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di SMK Negeri 1 Kuta Selatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika Pemilu dan Pemilihan ke depan, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah.
Konsolidasi dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, dengan membahas berbagai isu strategis kepemiluan. Selain memperkuat komitmen pencegahan pelanggaran sejak dini, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menghadapi perubahan skema penyelenggaraan demokrasi, di mana Pemilu nasional dan Pemilihan kepala daerah ke depan akan dilaksanakan secara terpisah. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan, agar pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi semakin baik.
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga menekankan pentingnya memperkuat pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa sebagai pemilih pemula. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap demokrasi sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai integritas. Selain itu, ia mengingatkan bahwa netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk para guru, merupakan prinsip yang harus dijaga pada setiap tahapan Pemilu maupun Pemilihan guna menciptakan iklim demokrasi yang adil dan berintegritas.
“Kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Kami berharap sekolah dapat menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi. Di sisi lain, netralitas ASN di lingkungan sekolah juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses Pemilu dan Pemilihan,” ujar Rachmat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Kuta Selatan, I Gusti Ngurah Sastra Santika, S.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Badung dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki kesadaran berdemokrasi serta mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami menyambut baik konsolidasi ini karena memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan kepemiluan dan pentingnya pengawasan partisipatif. Sekolah siap mendukung upaya Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada siswa, sekaligus memastikan seluruh tenaga pendidik tetap menjaga netralitas sebagai bagian dari komitmen bersama menciptakan demokrasi yang berkualitas,” ungkapnya.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Badung berharap sinergi dengan dunia pendidikan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang inklusif, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan, serta mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas di masa mendatang.
Mgy