Kolaborasi Bersama Kesbangpol Badung, Rachmat Tamara Bekali Pelajar dengan Pendidikan Politik
|
Badung, Bawaslu Badung - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung menggandeng Anggota Bawaslu Badung, Rachmat Tamara, sebagai narasumber dalam kegiatan pendidikan politik bagi pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi (SMK TI) Bali Global Kabupaten Badung, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai politik dan demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan pelajar sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan pendidikan politik ini diikuti oleh siswa SMK TI Bali Global Kabupaten Badung. Hadir pula Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kabupaten Badung I Ketut Rimbawan, S.STP., serta Anggota KPU Kabupaten Badung I Putu Yogi Indra Permana. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik di kalangan generasi muda, khususnya pelajar yang akan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan demokrasi di masa mendatang.
Dalam pemaparannya, Rachmat Tamara menegaskan bahwa pendidikan politik tidak semata-mata berbicara mengenai pemilu maupun politik praktis. Menurutnya, pemahaman politik perlu dibangun sejak bangku sekolah agar generasi muda mampu mengenali hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memahami bagaimana demokrasi berjalan.
“Generasi muda harus memahami bahwa demokrasi bukan hanya soal datang ke TPS ketika pemilu. Demokrasi juga tentang bagaimana kita menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, mengawal proses demokrasi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Rachmat.
Rachmat juga menyoroti kedekatan generasi muda dengan teknologi dan media sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar pelajar tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Ia mengajak para siswa untuk tidak apatis terhadap persoalan kebangsaan. Partisipasi dalam demokrasi, kata Rachmat, dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan pilihan, berdiskusi secara sehat serta menggunakan media sosial dengan bijak.
Kehadiran unsur Kesbangpol, Bawaslu, KPU Kabupaten Badung dan para siswa dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memberikan pemahaman politik secara komprehensif kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami politik secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadi generasi yang melek politik, kritis terhadap informasi, menghargai perbedaan, serta aktif menjaga kualitas demokrasi.
Kolaborasi bersama Kesbangpol Badung ini menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak bangku sekolah, sehingga pemilih pemula tidak sekadar hadir dalam proses elektoral, tetapi memahami hak, kewajiban dan tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi.
AWN