Lompat ke isi utama

Berita

JALA Bali Keenam di Taman Ayun, Bawaslu Bali Teguhkan Komitmen Menjaga Alam dan Demokrasi

Pelepasan Benih ikan di Kolam Pura Taman Ayun

Badung, Bawaslu Badung - Komitmen menjaga kelestarian alam dan lingkungan Bali terus diwujudkan Bawaslu Provinsi Bali melalui program Jaga Alam dan Lingkungan Bali (JALA Bali). Memasuki pelaksanaan keenam, JALA Bali digelar di kawasan Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Rabu (16/9), dengan mengusung semangat menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat komitmen Bawaslu dalam menjaga demokrasi di Bali.

Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan sekaligus menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Badung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan JALA Bali yang keenam. Pura Taman Ayun dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki makna historis bagi Kabupaten Badung serta merupakan salah satu situs warisan budaya dunia. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menjadi tuan rumah JALA Bali yang keenam. Pura Taman Ayun memiliki makna yang sangat penting bagi Kabupaten Badung, terlebih kawasan ini merupakan bagian dari warisan budaya dunia,” ujar Semara.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, S.H., mengatakan JALA Bali merupakan bentuk nyata komitmen Bawaslu dalam menjaga alam dan lingkungan Bali. Program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah dengan karakter lingkungan yang berbeda, mulai dari kawasan pantai di Kabupaten Klungkung, kawasan gunung di Kabupaten Karangasem, rawa di Pura Narmada Denpasar, hingga kawasan Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung. “JALA Bali merupakan upaya kita untuk menjaga lingkungan, menjaga alam Bali. Pertama kali kita lakukan di Klungkung di pantai, kemudian ada unsur gunung di Karangasem, rawa di Pura Narmada Denpasar, dan sekarang di Pura Taman Ayun Badung,” jelasnya.

Ia menambahkan, di usia 13 tahun Bawaslu Provinsi Bali dan memasuki tahun kedelapan keberadaan Bawaslu Kabupaten/Kota, komitmen menjaga lingkungan dan alam Bali perlu terus dirawat secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan berjalan beriringan dengan tanggung jawab Bawaslu untuk menjaga demokrasi di Bali.

Rangkaian JALA Bali keenam diawali denganpersembahyangan bersama di Mandala Utama Pura Taman Ayun yang dilanjutkan dengan penanaman pohon sandat dan cempaka di area belakang Utama Mandala sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus merawat kawasan Pura Taman Ayun. Selanjutanya Rombongan bergerak ke jaba tengah Pura Taman Ayun untuk dilaksanakan pelepasan tujuh pasang ekor burung perkutut sebagai simbol harapan agar alam tetap lestari, kehidupan terus berkembang, serta keseimbangan dan sinergi lingkungan senantiasa terjaga, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Pemilu Tahun 2029.

Kegiatan JALA Bali keenam ditutup dengan pelepasan ikan di kawasan Jaba Sisi, tepatnya di area pintu masuk Pura Taman Ayun. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem darat dan perairan, sekaligus menguatkan pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bupati Badung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung Dr. Ir. Made Rai Warastuthi, S.T., M.Si., perwakilan Kepala Dinas Perikanan, perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung, serta jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

Melalui JALA Bali, Bawaslu Provinsi Bali bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Semangat menjaga alam diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap tumbuh dan berkelanjutan di Bali.

AWN