Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Badung Melaksanakan Rapat Evaluasi Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Badung Melaksanakan Rapat Evaluasi Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Rahajeng #sahabatbawaslu sameton Badung. Jumat (25/6/2021) Bawaslu Badung Badung Melaksanakan Rapat Evaluasi Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif sebagai hasil dari Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan pada hari Selasa (15/6/2021) yang bertempat di Hotel Rama.

Rapat yang dimulai pada pukul 10.00 Wita dan bertempat di Sekretariat Bawaslu Badung serta dihadiri oleh Jajaran Bawaslu Badung, I Wayan Widyardana Putra, S.E (Anggota Bawaslu Provinsi Bali), Perwakilan Karang Taruna dan juga Perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Denpasar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Badung (I Ketut Alit Astasoma, S.H.), selaku pemimpin rapat sekaligus membuka rapat menyampaikan agar setiap melakukan sosialisasi Bawaslu harus mengkomunikasikan pentingnya Pengawasan dalam ajang penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada mendatang yang akan dilaksanakan pada tahun 2024, serta menyampaikan program Bawaslu dalam melakukan pendekatan Demokratis kepada masyarakat pemilih pemula melalui Program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang sudah terselenggara dan sedang berjalan di dua titik di Provinsi Bali (Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar).

Anggota Bawaslu Provinsi Bali (I Wayan Widyardana Putra, S.E.), menyampaikan penentuan sasaran terkait dengan pelaksanaan Sosialisasi Partisipatif sudah tepat, yang mana Bawaslu Badung melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada anak-anak muda terutama Generasi-Z.Widi juga mengharapkan agar seluruh divisi bisa memberikan pegetahuan tentang tupoksi dari masing-masing divisi yang ada di Bawaslu terutama Bawaslu Badung serta untuk sosialisasi selanjutnya bisa melibatkan golongan masyarakat seperti melibatkan kaum marginal dan organisasi keagamaan (pengawasan lintas agama).

Kordiv PHL Bawaslu Kabupaten Badung selaku pengampu kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif menyampaikan metode sosialisasi satu arah sudah tidak efektif digunakan pada jaman sekarang serta terkait dengan peserta sosialisasi kemarin kenapa mengundang karang taruna agar dapat menjadi pelopor dan dapat menularkan arti pentingnya pengawasan kepada generasi-generasi selanjutnya agar tercipta Pemilu dan Pilkada yang demokratis serta perlu melakukan inovasi dalam mengadakan Sosialisasi dengan melibatkan kaum marginal, LGBT, anak Band, komunitas-komunitas non formal di masyarakat serta kaum disabilitas.

Dalam rapat evaluasi sosialisasi pengawasan partisipatif perwakilan GMNI Denpasar, menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan sosialisasi kemarin yang menyasar ke Gen-Z dimana Bawaslu dalam penyampaian materi secara keseluruhan sudah baik namun diharapkan dalam penyampaian materi agar menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan diingat. Wakabid Humas GMNI Denpasar ini memberikan saran agar untuk kegiatan sosialisasi selanjutnya dilakukan Pre-Test dan Post-Test yang bertujuan untuk mengetahui dan mengukur minat peserta dalam mengikuti kegiatan Sosialisasi karena dengan metode tersebut dapat ditentukan bagaimana minat dan kekurangan apa saja yang ada dalam kegiatan Sosialisasi.

Salam Awas!