Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Badung Dorong Netralitas ASN dan Pengawasan Partisipatif Lewat Konsolidasi Demokrasi di SMAN 2 Kuta Utara

Konsolidasi Demokrasi bersama Wakasek Humas SMAN 2 Kuta Utara

Konsolidasi Demokrasi bersama Wakasek Humas SMAN 2 Kuta Utara

Badung, Bawaslu Badung - Penguatan demokrasi di kalangan generasi muda terus digencarkan Bawaslu Kabupaten Badung melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kuta Utara, Dra. Gusti Ketut Ayuadi, M.Pd, pada Rabu (6/5/2026). Bertempat di SMAN 2 Kuta Utara, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota Bawaslu Badung, Rachmat Tamara, dengan mengangkat pokok bahasan mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penguatan prinsip pengawasan partisipatif kepada masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Rachmat Tamara menekankan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, pemilih pemula memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif terhadap setiap proses demokrasi.

“Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang efektif untuk membangun budaya demokrasi yang sehat. Melalui pemahaman tentang pengawasan partisipatif, kami ingin mendorong pemilih pemula agar tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas demokrasi di lingkungannya masing-masing,” ujar Rachmat Tamara.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa netralitas ASN harus terus dijaga sebagai salah satu pilar dalam mewujudkan proses demokrasi yang adil dan berintegritas. Menurutnya, pemahaman mengenai netralitas ASN penting dikenalkan kepada siswa agar sejak dini mereka memahami batasan peran aparatur negara dalam kontestasi politik.

Sementara itu, Dra. Gusti Ketut Ayuadi, M.Pd menyambut baik pelaksanaan konsolidasi demokrasi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas komitmen Bawaslu Badung dalam memberikan edukasi demokrasi kepada peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bawaslu Badung di lingkungan sekolah. Materi seperti netralitas ASN dan pengawasan partisipatif sangat relevan untuk menambah wawasan siswa kami sebagai calon pemilih yang nantinya akan terlibat langsung dalam proses demokrasi,” ungkap Dra. Gusti Ketut Ayuadi, M.Pd.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Badung berharap sinergi dengan institusi pendidikan dapat terus diperkuat guna membangun kesadaran demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, serta menyiapkan generasi muda yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam kehidupan demokrasi.

Mgy