Tiga Kandidat Adu Gagasan dalam Debat Ketua OSIS SMPN 2 Kuta Utara
|
Badung, Bawaslu Badung - Pendidikan demokrasi tidak harus menunggu seseorang memiliki hak pilih. Nilai-nilai demokrasi justru perlu ditanamkan sejak bangku sekolah sebagai bekal bagi generasi muda dalam memahami proses pengambilan keputusan, menyampaikan pendapat, sekaligus menghargai perbedaan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan debat kandidat Ketua OSIS SMPN 2 Kuta Utara yang digelar di Aula SMPN 2 Kuta Utara, Selasa (6/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pemilihan Ketua OSIS untuk memberikan kesempatan kepada para kandidat menyampaikan visi, misi dan program kerja di hadapan para siswa. Debat yang diikuti oleh tiga (3) kandidat calon Ketua OSIS dihadiri oleh Ketua Bawaslu Badung dan Ketua KPU Badung sebagai salah panelis. Nampak hadir guru - guru serta siswa/i SMPN 2 Kuta Utara.
Dalam forum debat, para kandidat diberikan ruang untuk menyampaikan visi, misi, gagasan, serta program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih memimpin OSIS. Debat tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi yang dikemas secara langsung melalui lingkungan sekolah.
Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta, mengatakan kegiatan pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal praktik demokrasi secara langsung sejak di bangku sekolah. “Demokrasi tidak hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan dan menerima hasil keputusan bersama,” ujarnya.
Menurut Semara, keberadaan tiga kandidat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali gagasan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan. “Kenali kandidatnya, pahami programnya, visi, misinya dan pilih berdasarkan pertimbangan yang rasional. Jangan hanya karena ikut pilihan teman,” kata Semara. Ia juga mengingatkan agar proses pemilihan berlangsung secara sehat dan tetap menjaga kebersamaan antarsiswa. “Berbeda pilihan itu biasa. Yang terpenting tetap saling menghormati dan menerima hasil pemilihan,” pungkasnya.
Melalui debat tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat program ketiga kandidat, tetapi juga belajar bagaimana proses pemilihan pemimpin dilakukan melalui penyampaian gagasan, adu argumentasi dan penentuan pilihan secara demokratis.
AWN