Tak Mau Dicibir Hanya Kerja Saat Pemilu, Bawaslu Badung Genjot Inovasi dan Gandeng Erlangga
|
Badung, Bawaslu Badung - Bawaslu Badung tidak ingin keberadaannya hanya terlihat ketika tahapan pemilu berlangsung. Memasuki masa non-tahapan, lembaga pengawas pemilu tersebut justru mendorong berbagai inovasi untuk menjaga literasi demokrasi sekaligus memperkuat pendidikan kepemiluan di tengah masyarakat.
Langkah itu salah satunya diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi dengan Percetakan Erlangga dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Percetakan Erlangga, Senin (14/9).
Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta mengatakan inovasi program pada masa non-tahapan penting dilakukan agar masyarakat tidak memiliki anggapan bahwa Bawaslu hanya bekerja ketika pemilu digelar.
"Kami berusaha menciptakan inovasi-inovasi program yang dilaksanakan pada masa non-tahapan, sehingga tidak menimbulkan skeptis di kalangan masyarakat bahwa Bawaslu hanya bekerja saat masa pemilu," ujarnya.
Salah satu program yang ditawarkan dalam penjajakan kerja sama tersebut yakni Program TERAS Bawaslu Badung. Program ini berpeluang diarahkan pada penguatan literasi demokrasi dan pendidikan kepemiluan, termasuk melalui kegiatan di lingkungan sekolah.
Semara menyebut, selama ini Bawaslu Badung juga aktif melakukan sosialisasi di sekolah, antara lain terkait kesadaran kepemiluan dan pemilih pemula. Kolaborasi dengan Erlangga diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan tersebut.
"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal wadah kerja sama antara Bawaslu Badung dengan pihak Erlangga," katanya.
Sementara dari pihak Erlangga, Asisten Manajer Erlangga, Gede Sandi menyampaikan bahwa perusahaan saat ini belum memiliki buku yang secara khusus membahas kepemiluan. Namun, Erlangga memiliki sejumlah produk yang berkaitan dengan tata negara dan antikorupsi.
Menurutnya, bentuk kerja sama perlu dituangkan terlebih dahulu melalui proposal yang menjelaskan tujuan dan konsep kegiatan. Erlangga selama ini lebih banyak menjalankan program workshop dan seminar untuk sekolah maupun guru.
Senada dengan Sandi, Kepala HRD Erlangga, Hani, membuka peluang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, termasuk dukungan berupa alat tulis dan buku.
"Kalau arahnya ke sosialisasi, bisa kami kombinasikan dengan program CSR kami," ujar Hani.
Ia juga menyampaikan kemungkinan mengintegrasikan program tersebut dengan pihak Universitas Udayana, sehingga kerja sama dapat dikembangkan dalam skema kolaborasi yang melibatkan unsur pendidikan dan masyarakat.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret. Bawaslu Badung selanjutnya akan menyiapkan proposal program, sementara pihak Erlangga akan melihat kemungkinan dukungan melalui program pendidikan maupun CSR yang dimiliki. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kerja pengawasan dan pendidikan demokrasi tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai, tetapi tetap berjalan melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
AWN