Konsolidasi Demokrasi Warnai Idul Adha 1447 H di Bali, Fokal IMM dan Bawaslu Serukan Pemilu Berintegritas
|
Badung, Bawaslu Badung– Suasana Idul Adha 1447 H di Bali tak hanya diwarnai ibadah kurban, namun juga kesempatan berkumpul dan silaturahmi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan. Dalam kesempatan ini, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara menjalin diskusi kepemiluan atau yang sering disebut Konsolidasi Demokrasi bersama Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Bali, Miftah, Rabu (27/6/2026).
Ketua Fokal IMM Bali, Miftah, menegaskan bahwa semangat Idul Adha sejalan dengan proses demokrasi, “Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan berkorban demi kebaikan bersama. Nilai ini harusnya menjadi ruh dalam berdemokrasi. Pemilu bukan sekadar kontestasi kekuasaan, tapi amanah umat untuk memilih pemimpin yang jujur dan berpihak pada rakyat," ujar Miftah saat ditemui usai kegiatan silaturahmi Idul Adha di Badung.
Ia menambahkan, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting menjaga ruang demokrasi agar tidak ternoda oleh politik uang dan hoaks.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, menilai momentum Idul Adha dapat memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat terhadap pemilu. "Hari raya kurban mengajarkan kepatuhan dan tanggung jawab. Begitu pula dalam pemilu, setiap warga punya tanggung jawab mengawal prosesnya agar bersih dan bermartabat. Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat," kata Rachmat.
Menurut Rachmat, konsolidasi demokrasi di hari besar keagamaan seperti Idul Adha penting untuk merawat kebhinekaan dan mencegah polarisasi. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama menciptakan pemilu yang sejuk.
Kegiatan konsolidasi ini diisi dengan diskusi ringan, pembacaan nilai-nilai demokrasi, dan doa bersama. Pesan utama yang disampaikan: jadikan pengorbanan di Idul Adha sebagai inspirasi untuk berkorban demi demokrasi yang sehat di Indonesia.
msi