Hadiri Debat Ketua OSIS SMAN 2 Abiansemal, Semara Cipta Tekankan Pentingnya Memilih Berdasarkan Gagasan
|
Badung, Bawaslu Badung - Memilih pemimpin bukan sekadar mencoblos nama. Dari ruang sekolah, siswa mulai diperkenalkan pada satu hal penting dalam demokrasi: memilih berdasarkan gagasan, bukan sekadar popularitas. Pesan itu mengemuka dalam debat pemilihan Ketua OSIS SMAN 2 Abiansemal yang digelar di SMAN 2 Abiansemal, Senin (21/9).
Pesan itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Badung saat menghadiri debat pemilihan Ketua OSIS SMAN 2 Abiansemal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, anggota KPU Kabupaten Badung, serta Kepala Sekolah dan jajaran guru SMAN 2 Abiansemal.
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda pemilihan Ketua OSIS. Forum debat diarahkan menjadi ruang praktik demokrasi sekaligus pendidikan politik bagi siswa yang sebagian di antaranya akan memasuki usia sebagai pemilih pemula. Di hadapan para siswa, para kandidat tidak hanya dituntut tampil dan menyampaikan janji. Mereka diberikan ruang untuk memaparkan visi, misi, gagasan, serta menjawab pertanyaan. Dari proses itulah siswa belajar bahwa seorang calon pemimpin perlu diketahui gagasan dan kapasitasnya sebelum pilihan dijatuhkan.
Ketua Bawaslu Badung I Wayan Semara Cipta menekankan pentingnya membangun budaya demokrasi sejak usia sekolah. Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa untuk memahami bagaimana proses memilih pemimpin berlangsung secara demokratis. “Demokrasi harus dikenalkan dan dipraktikkan sejak dini. Pemilihan Ketua OSIS menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami bagaimana menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pilihan, serta menentukan pemimpin berdasarkan pertimbangan yang rasional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kebiasaan dalam memilih yang terbentuk di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pemilih ketika para siswa nantinya menggunakan hak pilih dalam pemilu dan pemilihan kepala daerah. Karena itu, tujuan kegiatan ini tidak berhenti pada terpilihnya Ketua OSIS baru. Debat tersebut menjadi sarana untuk membangun kesadaran demokrasi, melatih keberanian menyampaikan pendapat, mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan pilihan, sekaligus membentuk pemilih pemula yang kritis dan bertanggung jawab.
Kehadiran Bawaslu Badung, Kesbangpol Badung dan KPU Badung juga memperlihatkan bahwa pendidikan demokrasi membutuhkan kolaborasi. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan pemahaman bahwa demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang dalam pemilihan, tetapi juga tentang bagaimana proses memilih dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Dari ruang kelas dan halaman sekolah, demokrasi sedang dipraktikkan. Hari ini memilih Ketua OSIS, kelak menentukan pemimpin daerah dan pemimpin bangsa. Karena itu, kualitas pilihan perlu dibangun sejak pemilih pertama kali belajar menggunakan hak pilihnya.
AWN