Bawaslu Badung Tinjau Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS SMAN 1 Petang
|
Badung, Bawaslu Badung - Belajar demokrasi tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Hal tersebut diterapkan secara langsung oleh siswa SMAN 1 Petang melalui pemilihan Ketua OSIS yang turut ditinjau Bawaslu Kabupaten Badung, Jumat (18/9/2026), dengan tiga calon dan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan di lingkungan sekolah.
Pemilihan Ketua OSIS SMAN 1 Petang diikuti oleh tiga calon, yakni Krisna, Dian, dan Rahayu. Proses pemungutan suara dilaksanakan melalui tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan di lingkungan sekolah. Pelaksanaan pemilihan turut menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar mengenai tahapan pemilihan, penggunaan hak suara, serta pentingnya proses demokratis.
Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan OSIS yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam berdemokrasi. Ia juga menyarankan agar pada pemilihan berikutnya disiapkan panitia pengawas pemilihan OSIS yang bertugas memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan demokratis. “Perlu disiapkan panitia pengawas pemilihan OSIS, termasuk proses pencatatan dalam setiap tahapan pemilihan terutama pada saat pemungutan suara. Bisa sekitar empat sampai lima orang, sehingga prosesnya lebih tertib dan demokratis,” ujar Semara Cipta.
Kepala SMAN 1 Petang, I Wayan Sutika, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan perhatian Bawaslu Badung terhadap proses pembelajaran demokrasi bagi peserta didik di SMAN 1 Petang. Menurutnya, keterlibatan Bawaslu memberikan pengalaman sekaligus pemahaman praktis kepada siswa mengenai penerapan demokrasi Pancasila, khususnya melalui pemilihan Ketua OSIS. “Terima kasih atas kedatangan dan atensi Bawaslu Badung terhadap anak didik kami. Melalui pemilihan OSIS ini, kami ingin mengajarkan penerapan Demokrasi Pancasila secara langsung kepada siswa,” kata Sutika.
Melalui kegiatan tersebut, pemilihan OSIS tidak hanya menjadi momentum untuk memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami proses demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.
msi