Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Badung Rangkul Perangkat Desa Mengwi Untuk Jadi Garda Depan Lawan Hoaks dan Jaga Netralitas

Bahas Lawan Hoaks dan Jaga Netralitas

Badung, Bawaslu Badung - Bawaslu Badung terus memperkuat pengawasan partisipatif hingga tingkat desa. Kali ini, Bawaslu Badung menggelar Konsolidasi Demokrasi bersama Kepala Dusun Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Praja, di Kantor Desa Mengwi, Selasa (5/5).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di masyarakat, khususnya maraknya penyebaran disinformasi atau hoaks di ruang digital serta pentingnya menjaga netralitas perangkat desa dalam setiap momentum politik.

Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta menegaskan bahwa perangkat desa memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, perangkat desa diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu benar.

“Perangkat desa harus hadir sebagai filter informasi di tengah masyarakat. Jangan sampai hoaks berkembang tanpa kendali karena itu bisa memicu konflik sosial dan memengaruhi kualitas demokrasi. Di sisi lain, netralitas perangkat desa juga wajib dijaga sebagai bentuk komitmen terhadap integritas pemilu dan pemilihan,” tegasnya.

Menurut Semara, penguatan koordinasi dengan jajaran pemerintahan desa menjadi langkah penting dalam membangun sistem pencegahan pelanggaran yang dimulai dari level paling bawah.

Sementara itu, Kepala Dusun Banjar Batu, Agus Putra Prajadinata, menyatakan dukungannya terhadap langkah Bawaslu Badung dalam mengedukasi aparatur kewilayahan mengenai isu-isu demokrasi yang berkembang di masyarakat. “Kami siap mendukung upaya Bawaslu Badung dalam menjaga kondusivitas demokrasi di desa. Perangkat desa harus mampu menjaga netralitas sekaligus membantu masyarakat memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong,” ujar Praja.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Badung berharap sinergi antara penyelenggara pengawas pemilu dan pemerintah desa semakin kuat dalam menciptakan ruang demokrasi yang sehat, informatif, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai integritas pemilu.

AWN