Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Badung Hadirkan GEMPAR dalam Pendidikan Politik di SMKN 2 Kuta Selatan

Foto Bersama usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (GEMPAR)

Foto Bersama usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (GEMPAR) di SMKN 2 Kuta Selatan

#sahabatbawaslu – Bawaslu Badung menghadirkan program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pengawasan Partisipatif) dalam kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung di SMKN 2 Kuta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat tentang demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai penyelenggaraan pemilu, tetapi juga diajak melihat bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Badung Rachmat Tamara, Ketua KPU Kabupaten Badung IGKG Yusa Arsana, Perwakilan Kesbangpol Kabupaten Badung I Putu Bayu Airlangga, S.IP, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Kuta Selatan Diah Ayu.

Dalam pemaparannya, Rachmat Tamara memperkenalkan GEMPAR sebagai salah satu upaya Bawaslu Badung untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif. Menurutnya, pelibatan generasi muda penting karena siswa saat ini merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang akan menentukan arah demokrasi ke depan.
“GEMPAR kami hadirkan untuk mengajak masyarakat, termasuk para pelajar, memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Masyarakat juga memiliki peran untuk ikut mengawasi dan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran,” ujar Rachmat.

Ia menambahkan, pendidikan politik sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang kritis, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Badung, IGKG Yusa Arsana, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai kepemiluan perlu diberikan kepada generasi muda agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup ketika nantinya menggunakan hak pilih.
“Pemilu bukan hanya soal datang ke TPS dan mencoblos. Ada proses panjang yang perlu dipahami, termasuk bagaimana pemilih menentukan pilihan secara sadar dan bertanggung jawab. Karena itu, pendidikan politik seperti ini penting bagi para siswa,” ungkap Yusa Arsana.

Dari pihak Kesbangpol Kabupaten Badung selaku penginisiasi kegiatan, I Putu Bayu Airlangga, S.IP, mengapresiasi keterlibatan narasumber dari unsur penyelenggara pemilu. Menurutnya, kehadiran Bawaslu dan KPU memberikan perspektif yang lebih lengkap kepada peserta mengenai demokrasi dan kepemiluan.
“Kami mengapresiasi kehadiran para narasumber dari unsur penyelenggara pemilu yang telah memberikan pemahaman kepada para siswa. Kolaborasi seperti ini penting agar pendidikan politik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan gambaran langsung mengenai bagaimana demokrasi dan kepemiluan dijalankan,” kata Bayu Airlangga.

Apresiasi juga disampaikan Waka Humas SMKN 2 Kuta Selatan, Diah Ayu, atas pelaksanaan kegiatan pendidikan politik di lingkungan sekolah. Ia secara khusus mengapresiasi Bawaslu Badung yang menghadirkan program GEMPAR dan mengemas materi pengawasan partisipatif dalam bentuk yang dekat dengan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, khususnya kehadiran Bawaslu Badung dengan program GEMPAR. Anak-anak mendapatkan wawasan baru tentang demokrasi dan pengawasan pemilu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi siswa,” ujar Diah Ayu.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Badung berharap semangat pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. GEMPAR menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk dari lingkungan sekolah.

Mgy