Lompat ke isi utama

Berita

Tunggu Kedatangan Bawaslu ke Sekolahmu!

Rachmat Tamara

Badung, Bawaslu Badung - Bawaslu siap datang langsung ke sekolahmu. Di tengah upaya memperkuat demokrasi sejak dini, Bawaslu Kabupaten Badung mulai menyiapkan langkah konkret untuk menanamkan kesadaran pengawasan Pemilu kepada generasi muda. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Program Kerja Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar Bawaslu Provinsi Bali secara daring, Jumat (23/1/2026) dan diikuti oleh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

Rapat koordinasi ini menjadi ruang konsolidasi program pencegahan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, sekaligus menyamakan arah langkah Bawaslu se-Bali dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini.

Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengapresiasi gerak langkah Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali yang terus aktif melakukan inovasi pencegahan pelanggaran dan penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

“Upaya pencegahan dan pelibatan masyarakat yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali patut diapresiasi. Ini menjadi modal penting dalam membangun pengawasan Pemilu yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Ketut Ariyani.

Dalam forum tersebut, Bawaslu Kabupaten Badung menyampaikan sejumlah program yang telah dan sedang dijalankan. Di antaranya adalah pelaksanaan program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pengawasa Paritisipatif) di dua sekolah, pelaksanaan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), serta audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, menyampaikan bahwa Bawaslu Badung akan melanjutkan program GEMPAR secara lebih luas dengan menyasar seluruh SMA Negeri di Kabupaten Badung. Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran pemilih pemula agar berani menolak pelanggaran Pemilu sejak dini.

“Kami akan melanjutkan GEMPAR ke seluruh SMA Negeri di Kabupaten Badung. Selain itu, dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan program PEDESTAL (Pemerintah Desa Netral) sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif,” jelas Rachmat.

Sementara itu, Bawaslu Provinsi Bali menyatakan kesiapannya untuk menyertai dan mendukung pelaksanaan kegiatan Bawaslu Kabupaten Badung di daerah. Dukungan tersebut dinilai sebagai wujud nyata sinergi antarjajaran Bawaslu se-Bali.

“Kami siap menyertai kegiatan di kabupaten/kota. Ini adalah bentuk sinergi dan kebersamaan Bawaslu se-Bali untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang minim pelanggaran dan berintegritas,” ujar Ketut Ariyani.

Melalui kolaborasi dan penguatan program pencegahan yang menyasar generasi muda dan masyarakat luas, Bawaslu se-Bali optimistis pengawasan Pemilu ke depan dapat semakin partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. msi