Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Peran Pelajar dalam Demokrasi, Bawaslu Badung Jalin Kerja Sama dengan SMA Dwijendra Bualu

Badung, Bawaslu Badung- Penguatan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar terus didorong melalui kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan satuan pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Kabupaten Badung dan SMA Dwijendra Bualu, Kamis (1/10/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk membangun berbagai kegiatan kolaboratif bersama SMA Dwijendra Bualu ke depan. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan yakni penguatan pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Ke depan ada beberapa hal yang bisa kita kolaborasikan. Salah satunya pengawasan partisipatif untuk Pemilu 2029. Selain itu, kami juga memiliki program podcast yang dapat menghadirkan narasumber dari kalangan siswa maupun guru,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam pendidikan demokrasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai nilai-nilai kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Ruang kolaborasi dengan sekolah juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan gagasan serta belajar mengenai demokrasi secara lebih dekat.

Kepala SMA Dwijendra Bualu, Ir. I Wayan Wita, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan dukungannya terhadap program-program yang dapat memberikan ruang pembinaan dan pengembangan bagi siswa, khususnya melalui organisasi siswa di sekolah.

“Sebagai masyarakat Badung, saya sangat mendukung program ini. Jika berkenan untuk membina anak-anak OSIS kami, kami persilakan. Kita orang Badung pasti kita mendukung,” ujarnya.

Ia berharap, melalui program edukasi dan pembinaan yang dilakukan bersama Bawaslu, para siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama menjelang pelaksanaan pemilu. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak mudah terpapar hoaks serta memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilihnya ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

“Harapannya anak-anak tidak terpapar hoaks dan ketika sudah menjadi pemilih, mereka tidak golput. Mereka harus memahami informasi yang diterima dan menggunakan hak pilihnya dengan baik,” tambahnya.

Melalui PKS tersebut, Bawaslu Kabupaten Badung dan SMA Dwijendra Bualu diharapkan dapat memperluas ruang edukasi demokrasi bagi pelajar sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang tumbuh sejak lingkungan sekolah.

msi