Pemilu Untuk Semua : Bawaslu Badung Sentuh Akar Rumput Komunitas Disabilitas
|
Badung, Bawaslu Badung - Dalam rangka meningkatkan pemahaman kepemiluan yang inklusif, Bawaslu Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan sosialisasi bagi penyandang disabilitas secara langsung di rumah Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sayuti Mala Jaya, Bapak Wayan Djiwa, di Banjar Bebengan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat, (22/8/2025).
Acara ini dibuka oleh Kasubbag Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Badung, dan dihadiri oleh Kabag Bawaslu Provinsi Bali, Ibu Ni Luh S. Cahayani, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Badung, Bapak Rachmat Tamara, serta beberapa orang yang tergabung dari Yayasan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sayuti Mala Jaya. Para staf sekretariat Bawaslu Badung juga turut hadir memfasilitasi acara tersebut.
Dalam sambutannya, Kabag Bawaslu Provinsi Bali, Ibu Ni Luh S. Cahayani, menyampaikan harapannya agar kelompok disabilitas turut aktif dalam pengawasan demokrasi.
“Saya mengajak semua anggota Yayasan HWDI dan Sayuti Mala Jaya untuk terus ikut mengawasi jalannya demokrasi. Kami juga berharap Bapak dan Ibu semua bisa kembali berpartisipasi dalam pengawasan tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2029. Semoga Bapak dan Ibu disabilitas selalu diberikan kesehatan untuk terus membantu keluarga dan berkreasi demi bangsa, terutama demi pemilu yang lebih baik dan jujur.” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, menekankan pentingnya kegiatan pada masa non-tahapan sebagai sarana evaluasi.
“Pada masa non-tahapan ini, penting bagi lembaga Bawaslu untuk mengetahui perihal pengalaman Pemilu dan Pemilihan sebelumnya, baik dari sisi sarana maupun prasarana bagi teman-teman disabilitas. Kami juga akan memberi perhatian khusus kepada teman-teman disabilitas yang akan berumur 17 tahun, agar bisa didata sebagai pemilih baru dalam Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.” imbuhnya.
Dalam sesi dialog, Bapak Wayan Djiwa menyampaikan harapan dari komunitas disabilitas terhadap lembaga penyelenggara pemilu.
“Saya berharap baik dari Bawaslu Provinsi Bali maupun Bawaslu Kabupaten Badung berkomunikasi kepada Kepala Lingkungan (Kaling), agar secara aktif memberikan informasi dan pelayanan bagi kami, para disabilitas, agar bisa berpartisipasi dalam pengawasan pemilu” ungkapnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah konkret Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang inklusif, memastikan penyandang disabilitas terlibat aktif dalam proses demokrasi tanpa hambatan informasi maupun partisipasi. Kegiatan ini membuka ruang dialog dua arah yang memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat disabilitas demi pemilu yang jujur, adil, dan merata bagi semua warga negara. msi