JALA BALI: Merawat Alam, Menjaga Kesucian Bali
|
Badung, Bawaslu Badung - Upaya menjaga kelestarian alam Bali terus digelorakan melalui gerakan kolaboratif lintas daerah. Semangat tersebut kembali digaungkan dalam kegiatan JALA BALI (Jaga Alam Bali) yang digelar di Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap, Kamis (27/8).
Anggota Bawaslu, Rachmat Tamara dan I Putu Hery Indrawan, didampingi Kepala Sekretariat Bawaslu Badung, Drs. Firman Kurniawan, turut hadir dalam kegiatan JALA BALI yang merupakan program yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Bali dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menegaskan bahwa JALA BALI tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga dan melestarikan alam Bali. “JALA BALI ini kita laksanakan untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Bali bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga harus kita wariskan dalam kondisi yang baik kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Badung, Rachmat Tamara mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu dibangun melalui aksi nyata. “Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan berbicara. Harus ada tindakan nyata dan dilakukan secara bersama-sama. Melalui JALA BALI, kita ingin membangun kesadaran bahwa merawat alam adalah bagian dari menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat Bali,” ujar Rachmat.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Badung, I Putu Hery Indrawan menilai kegiatan tersebut memiliki pesan yang kuat karena menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali. “Ketika kita menjaga kebersihan tempat suci, menanam pohon dan menebarkan bibit ikan, kita sebenarnya sedang menanamkan nilai kepedulian dan keberlanjutan. Ini adalah bentuk sederhana, tetapi memiliki dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” ungkap Hery.
Kegiatan JALA BALI kelima tersebut ditutup dengan aksi nyata berupa pembersihan sampah di kawasan Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap, dilanjutkan dengan penanaman pohon serta penebaran bibit ikan.
JALA BALI kelima ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bali, jajaran Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali, serta jajaran kesekretariatan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali. Selain menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan jajaran Bawaslu se-Bali di tengah pelaksanaan tugas pengawasan.
Melalui JALA BALI, semangat menjaga alam diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama di seluruh Bali. Sebab, menjaga Bali bukan hanya tentang mempertahankan keindahannya, tetapi juga memastikan alam tetap lestari untuk generasi yang akan datang.
AWN