Lompat ke isi utama

Berita

GEMPAR Hadir di SMK Pariwisata Dalung, Pelajar Diajak Jadi Pengawas Demokrasi

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif GEMPAR di SMK Pariwisata Dalung

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif GEMPAR di SMK Pariwisata Dalung Rabu, (2/9/2026)

Mangupura, Bawaslu Badung – Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif (GEMPAR) terus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pengawasan demokrasi sejak dini. Melalui kolaborasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung bersama Bawaslu Badung, Sosialisasi Pengawasan Partisipatif GEMPAR digelar di SMK Pariwisata Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal peran masyarakat dalam menjaga proses demokrasi sekaligus membangun keberanian untuk mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran.

Kegiatan dibuka oleh Perwakilan Kesbangpol Kabupaten Badung, I Putu Bayu Airlangga, S.IP. Dalam sambutannya, Bayu menyampaikan bahwa pendidikan politik penting dikenalkan kepada generasi muda sejak di bangku sekolah. Menurutnya, pemahaman demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemilu, tetapi juga bagaimana generasi muda dapat mengambil bagian dalam menjaga kehidupan demokrasi.
“Pendidikan politik penting diberikan sejak dini agar siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mengetahui bagaimana menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan ikut menjaga kehidupan demokrasi di lingkungannya,” ujar Bayu.

Memasuki sesi materi, Anggota Bawaslu Badung, I Putu Hery Indrawan, mengajak para siswa memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Melalui GEMPAR, masyarakat dapat mengambil peran sebagai mata dan telinga demokrasi dengan mengenali potensi pelanggaran, menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, mengawasi lingkungan sekitar, serta melaporkan dugaan pelanggaran. Hery juga menekankan bahwa pelajar sebagai generasi penerus demokrasi sudah dapat berpartisipasi melalui hal-hal sederhana, seperti bersikap kritis terhadap informasi dan bijak menggunakan media sosial.
“Menjadi pengawas partisipatif tidak harus menunggu dewasa. Siswa sudah bisa mengambil peran dari hal sederhana, mulai dari mengenali dan mengecek informasi, menolak politik uang, mengawasi lingkungan sekitar, sampai melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia,” jelas Hery.

Dalam kesempatan tersebut, Hery turut memperkenalkan lima langkah sederhana dalam pengawasan partisipatif, yakni Kenali, Cek, Tolak, Awasi, dan Laporkan. Para siswa juga diberikan pemahaman agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi atau menuduh ketika menemukan dugaan pelanggaran, melainkan mencatat kejadian, memeriksa informasi, menyimpan bukti yang dimiliki, dan menyampaikannya kepada Bawaslu.

Dari pihak sekolah, Waka Kurikulum SMK Pariwisata Dalung, Maria Viviani Harmin, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi GEMPAR. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai demokrasi sekaligus mendorong mereka agar lebih kritis dan bijak, khususnya dalam menerima maupun menyebarkan informasi di lingkungan digital.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena siswa mendapatkan pemahaman bahwa mereka juga memiliki peran dalam menjaga demokrasi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam keseharian, terutama dalam bersikap kritis, bijak menggunakan media sosial, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ungkap Maria.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Badung bersama Bawaslu Badung berharap semangat pengawasan partisipatif dapat tumbuh di kalangan pelajar. Keterlibatan generasi muda diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai pemilu, tetapi berkembang menjadi kesadaran untuk ikut menjaga demokrasi di lingkungan masing-masing.

Mgy