Bawaslu Badung Cek Langsung Data Pemilih ke Desa, Pastikan Data Warga Aman dan Akurat
|
Badung, Bawaslu Badung - Sebanyak 30 data pemilih di tiga desa wilayah Kecamatan Mengwi dilakukan uji petik secara langsung pada Selasa (19/5/2026) guna memastikan data pemilih berkelanjutan tetap akurat dan sesuai kondisi riil masyarakat. Pengawasan ini menyasar pemilih aktif hingga pemilih baru/pemilih pemula agar tidak ada data yang bermasalah maupun warga yang terlewat dari daftar pemilih.
Pengawasan di Desa Baha dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Badung Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Rachmat Tamara. Sementara uji petik di Desa Sobangan dan Desa Werdi Bhuwana turut dilaksanakan melalui koordinasi bersama pihak desa, melibatkan Kasi Pemerintahan, staf pemerintahan, sekaligus operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk memastikan proses pencocokan data berjalan sesuai kondisi faktual di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pencocokan data pemilih dengan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga, sekaligus memastikan langsung keberadaan warga sesuai alamat yang tercatat. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi data ganda, pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, maupun pemilih pemula yang belum masuk data.
Total terdapat 30 data pemilih yang dilakukan uji petik di tiga desa tersebut. Di Desa Baha terdapat 10 pemilih yang terdiri dari 5 pemilih aktif dan 5 pemilih baru/pemilih pemula. Desa Sobangan juga dilakukan uji petik terhadap 10 pemilih dengan rincian 5 pemilih aktif dan 5 pemilih baru/pemilih pemula. Sementara di Desa Werdi Bhuwana dilakukan uji petik terhadap 10 pemilih yang terdiri dari 5 pemilih aktif dan 5 pemilih baru/pemilih pemula.
Rachmat Tamara menyampaikan bahwa pengawasan ini penting untuk menjaga kualitas data pemilih agar tetap akurat dan sesuai kondisi riil masyarakat. “Kami ingin memastikan data pemilih benar-benar valid dan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya. Karena data pemilih yang akurat jadi pondasi penting untuk Pemilu dan Pemilihan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pemerintah desa sangat membantu proses pengawasan di lapangan. Dengan kolaborasi yang baik antara Bawaslu dan pemerintah desa, proses pemutakhiran data pemilih diharapkan bisa berjalan lebih maksimal dan minim persoalan.
Mgy