Lompat ke isi utama

Berita

Komisi I DPRD Lombok Timur Pelajari Program Pengawasan Bawaslu Badung Jelang Pemilu 2029

Kunjungan DPRD Lombok Timur ke Bawaslu Badung pada 23 Juni 2026

Kunjungan DPRD Lombok Timur ke Bawaslu Badung pada 23 Juni 2026

Badung, Bawaslu Badung – Bawaslu Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur dalam rangka studi dan diskusi terkait rencana kerja menjelang Pemilu Tahun 2029 di Kantor Bawaslu Kabupaten Badung, Selasa (23/6/2026).

Rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur disambut oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Badung, Drs. Firman Kurniawan, serta jajaran Bawaslu Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan Bawaslu Kabupaten Badung beserta Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata sebagai pusat kegiatan kepemiluan dan pengawasan di Kabupaten Badung. “Kami menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur. Semoga melalui pertemuan ini dapat terjalin pertukaran informasi dan pengalaman yang bermanfaat dalam memperkuat demokrasi dan pengawasan pemilu,” ujar Semara Cipta.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, memaparkan sejumlah program kerja yang dijalankan Bawaslu Badung pada masa non-tahapan, di antaranya Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif (GEMPAR), Pemerintah Desa yang Netral dalam Pemilu dan Pemilihan (PEDESTAL), pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) melalui uji petik dan pengawasan pencocokan serta penelitian (coklit), Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Justru pada masa non-tahapan ini tanggung jawab kami semakin besar, terutama bagaimana mengajak masyarakat untuk peduli terhadap demokrasi dan berpartisipasi dalam pengawasan sebagai perpanjangan tangan, telinga, dan mata Bawaslu,” jelas Rachmat.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur, Safrudin, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Bawaslu Kabupaten Badung sekaligus memperkenalkan anggota Komisi I DPRD Lombok Timur yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Bawaslu Kabupaten Badung. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kami untuk memperoleh berbagai informasi dan pengalaman terkait pelaksanaan pengawasan pemilu,” kata Safrudin.

Dalam sesi diskusi, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur, M. Tohri Azhar, menanyakan strategi yang dilakukan Bawaslu Badung agar seluruh partai politik memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan informasi dan program-program Bawaslu. “Bagaimana kiat Bawaslu agar seluruh partai politik mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi dan berbagai program yang dijalankan Bawaslu” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menekankan pentingnya peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung sebagai penghubung antara penyelenggara pemilu dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan. “Peran Kesbangpol sangat berdampak dalam menjembatani komunikasi antara KPU, Bawaslu, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memfasilitasi kami dengan baik, sehingga kolaborasi dan komunikasi dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Rachmat Tamara menegaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting agar publik memahami tugas dan kewenangan Bawaslu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Ekspektasi masyarakat terhadap Bawaslu harus sejalan dengan kewenangan yang dimiliki sesuai undang-undang. Karena itu, sosialisasi yang berkelanjutan menjadi penting agar masyarakat memahami peran Bawaslu sekaligus meningkatkan partisipasi dalam pengawasan,” pungkasnya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, kedua lembaga berharap dapat memperkuat sinergi serta bertukar pengalaman dalam upaya mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan pengawasan pemilu yang partisipatif menuju Pemilu 2029.

msi