Lompat ke isi utama

Berita

Jaga Integritas Pendidikan, Bawaslu Badung Bahas Netralitas ASN di SMAN 1 Kuta Selatan

Bersama Kepala SMAN 1 Kuta Selatan Konsolidasi Demokrasi

Badung, Bawaslu Badung - Upaya memperkuat kualitas demokrasi terus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Badung melalui konsolidasi demokrasi bersama Kepala SMAN 1 Kuta Selatan. Pertemuan tersebut membahas salah satu isu penting dalam penyelenggaraan pemilu, yakni penerapan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekolah, Rabu (25/2/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, dalam kesempatan tersebut menanyakan pandangan pihak sekolah mengenai pentingnya penerapan netralitas ASN, khususnya di lingkungan SMAN 1 Kuta Selatan yang sebagian tenaga pendidiknya berstatus ASN. 
“Menurut Ibu, Bagaiamana pentingnya penerapan netralitas ASN selama Pemilu, khususnya di lingkungan SMAN 1 Kuta Selatan?” tanya Semara Cipta memulai diskusi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Kuta Selatan, Dra. Luh Made Sri Yuniati, M.Pd.  menegaskan bahwa netralitas ASN sangat penting untuk dijaga.

“Pertama kami bersyukur bahwa semua guru kami sudah berstatus ASN, kemudian menurut saya penerapan netralitas pada saat Pemilu itu sangat penting, karena guru-guru adalah pihak yang mencetak generasi terbaik bangsa. Sebagai warga negara, tentu kita juga memilih yang terbaik untuk bangsa, tetapi dalam kapasitas sebagai ASN harus tetap menjaga profesionalitas dan netralitas,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Pemilu sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali telah melakukan sosialisasi internal kepada pegawai Pemerintah Provinsi Bali, termasuk guru-guru ASN, terkait aturan netralitas serta sanksi atas pelanggarannya.

Lebih lanjut, di bawah kepemimpinannya, ia menekankan bahwa fokus sekolah tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, baik kepada siswa maupun guru. Ia mengutip prinsip “Jumat Bersepeda” yang digaungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yakni Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras, sebagai nilai-nilai yang terus ditanamkan dalam lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Semara Cipta mengapresiasi pola pendidikan yang dilakukan oleh SMAN 1 Kuta selama ini, pendidikan demokrasi menurutnya adalah salah satu penguatan karakter yang tidak kalah pentingnya dengan prestasi akademis.

Melalui dialog dan penguatan komitmen seperti ini, diharapkan lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai integritas dan demokrasi yang kokoh demi masa depan bangsa. msi