GEMPARkan Badung Selatan, Tingkakan Pengawasan Partsipatif
|
Badung, Bawaslu Badung — Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif (GEMPAR) terus digaungkan di kalangan generasi muda. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di SMAN 2 Kuta Selatan, dengan menyasar para pelajar sebagai pemilih pemula yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, Rabu (4/3).
Kegiatan tersebut dipandu oleh Anggota Bawaslu Badung, Rachmat Tamara, yang didampingi Kasubbag PHM Bawaslu Badung, I Gede Adi Putrayasa. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi. Dalam pemaparannya, Tamara menegaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar.
“Melalui GEMPAR, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan semua pihak. Generasi muda harus berani peduli, berani mengawasi, dan berani menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelajar sebagai pemilih pemula harus mampu menjadi agen perubahan dengan membangun sikap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama di media sosial. “Jangan mudah terprovokasi atau termakan hoaks. Jadilah pemilih yang cerdas dengan mencari informasi yang valid dan memahami proses demokrasi secara utuh,” tambah Tamara.
Sementara itu, I Gede Adi Putrayasa menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini sebagai fondasi membangun budaya demokrasi yang sehat.
“Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan integritas. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaga proses demokrasi agar tetap jujur dan adil,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program GEMPAR merupakan salah satu upaya Bawaslu Badung dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan Pemilu.
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi diakhiri dengan kuis interaktif yang melibatkan para siswa. Kuis tersebut dirancang untuk mengukur sejauh mana pemahaman pelajar tentang makna demokrasi, pengawasan partisipatif, serta peran generasi muda dalam Pemilu. Suasana pun semakin hidup ketika para siswa berlomba-lomba menjawab pertanyaan dengan penuh semangat.
Melalui metode interaktif tersebut, diharapkan pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga membekas dan menjadi bekal bagi para pelajar SMAN 2 Kuta Selatan untuk tumbuh sebagai pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas di masa mendatang.
AWN