Lompat ke isi utama

Berita

GEMPAR Bangkitkan Jiwa Pengawas Pelajar di SMAN 2 Kuta

GEMPAR di SMAN 2 Kuta

Badung, Bawaslu Badung -  Sosialisasi GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pengawasan Partisipatif) kembali digelar di Sekolah Menengah Atas, dimana kali ini sosialisasi dilaksanakan di SMAN 2 Kuta, Rabu (11/2), dengan menyasar para siswa sebagai pemilih pemula.
Program Gempar dipandu langsung oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Badung, I Putu Hery Indrawan. Dalam pemaparannya, Hery menjelaskan arti penting demokrasi serta peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas pemilu dan pemilihan melalui pengawasan partisipatif.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses memilih saat pemungutan suara, namun juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan agar berjalan jujur dan adil. “Demokrasi akan berjalan sehat apabila ada keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar. Melalui pengawasan partisipatif, siswa bisa ikut berperan menjaga proses demokrasi dari praktik-praktik yang mencederai keadilan pemilu,” ujar Hery.
Ia menambahkan, pelajar sebagai pemilih pemula memiliki posisi penting karena di masa depan akan menjadi bagian dari penentu arah demokrasi bangsa. Oleh karena itu, pemahaman sejak dini terkait nilai-nilai demokrasi dan pengawasan menjadi sangat krusial. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pengawasan tidak harus selalu formal. Mulai dari berani menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, hingga melaporkan pelanggaran yang diketahui, itu sudah bagian dari pengawasan partisipatif,” tambahnya.
Melalui Program Gempar, Bawaslu Badung berharap para siswa SMAN 2 Kuta tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga agen perubahan yang turut menjaga integritas demokrasi di lingkungan sekitarnya.
Di penghujung kegiatan, para pelajar diajak mengikuti sesi permainan (game edukatif) yang dirancang untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi demokrasi dan pengawasan partisipatif yang telah dipaparkan. Melalui suasana yang interaktif dan menyenangkan, para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan serta berdiskusi seputar peran mereka dalam mengawasi proses demokrasi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana diskusi tentang demokrasi tetapi juga untuk memperkuat pesan bahwa edukasi demokrasi dapat dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda. Program Gempar di SMAN 2 Kuta pun diharapkan meninggalkan kesan positif serta mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi sejak dini.

AWN