Bawaslu Badung Sambut Kunjungan LS Vinus, Diskusikan Peran Strategis Gen Z dalam Pengawasan Partisipatif
|
Badung, Bawaslu Badung - Komitmen memperkuat pengawasan partisipatif terus dibangun melalui kolaborasi lintas lembaga. Hal ini tercermin dari kunjungan Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) yang untuk pertama kalinya diterima di Kantor Bawaslu Kabupaten Badung, Senin, (9/2/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara dan I Putu Hery Indrawan, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Badung, Drs. Firman Kurniawan.
Rombongan LS Vinus dipimpin oleh Koordinator Nasional LS Vinus, Muhamad Arifin, yang baru saja ditunjuk menjabat untuk periode 2026–2031, didampingi oleh dua rekannya. Menariknya, Arifin merupakan figur muda yang merepresentasikan generasi Z.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan LS Vinus dan menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga kajian, khususnya yang melibatkan generasi muda. “Kami menyambut baik kunjungan LS Vinus ke Bawaslu Kabupaten Badung. Ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi dan bertukar gagasan, terutama terkait penguatan pengawasan partisipatif yang melibatkan generasi muda sebagai aktor penting demokrasi ke depan,” ujar Semara Cipta.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, I Putu Hery Indrawan, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu kunci dalam menjaga kualitas demokrasi, sehingga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. “Pengawasan partisipatif tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan muda, agar pengawasan pemilu menjadi lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Diskusi kemudian diperdalam oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Badung, Rachmat Tamara, yang secara khusus meminta masukan dari LS Vinus terkait strategi pengawasan partisipatif yang efektif di era digital. “Kami ingin mendapatkan pandangan dan saran, bagaimana pengawasan partisipatif sebaiknya dilakukan, khususnya dalam menjangkau generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pengawas aktif dalam setiap proses pemilu,” kata Rachmat.
Menanggapi hal tersebut, Muhamad Arifin menyampaikan pandangannya sebagai bagian dari generasi Z. Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, peran anak muda sangat signifikan dalam pengawasan pemilu. “Sebagai Gen Z, kami hidup di era digital. Jadi, sudah seharusnya pengawasan partisipatif melibatkan anak muda, karena satu handphone mereka bisa menyebarkan informasi ke ribuan bahkan jutaan orang. Jika anak muda dilibatkan secara aktif, pengawasan terhadap potensi pelanggaran pemilu bisa dilakukan lebih cepat dan masif,” jelas Arifin.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi aktif pada Pemilu 2029.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi antara Bawaslu Kabupaten Badung dan LS Vinus dalam memperkuat pengawasan partisipatif inklusif, menggandeng generasi muda, guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. msi