Rapat Koordinasi Bawaslu Badung bersama Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19

  • 21 Oktober 2020
  • 20:10 WITA
  • News
(Foto: HUMAS Bawaslu Badung. Dokumentasi selengkapnya dapat dilihat di akun media sosial resmi)

Rahajeng #sahabatbawaslu Badung. Rabu (21/10/2020) Ketua Bawaslu Kabupaten Badung (I Ketut Alit Astasoma, S.H.) yang sekaligus juga Ketua Pokja memimpin Rapat Koordinasi dengan semua Anggota Pokja Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19. Koordinasi dihadiri oleh:

1.      Sang Nyoman Sutena, S.H. (Satgas Covid-19 Kabupaten Badung),

2.      A.A Made Suarja Teja Buana, S.H.,M.H. (Kejari Badung),

3.      IPDA I Putu Carlos Dolesgit, S.H., M.H. (Polres Kota Denpasar),

4.      IPDA I Ketut Karyawan (Polres Badung),

5.      Letkol Inf I Dewa Ketut Darmada, S.E., M.A.P. (Kodim 1611/Badung),

6.      I Made Sudirta, S.E (Satpol PP Kabupaten Badung),

7.      I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, S.H. (KPU Kabupaten Badung),

8.      AKP. Ni Wayan Adnyani Prabawati, S.I.K., (Pokja Pengawasan Kampanye dan Penertiban APK),

9.      Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos, M.AP., (Pokja Pengawasan Kampanye dan Penertiban APK),

10.  Ir. Anak Agung Oka Ambara Dewi (Pokja Pengawasan Kampanye dan Penertiban APK) dan

11.  I Gusti Ngurah Wiadnyana, S. Sos., M.Si (Pokja Pengawasan Kampanye dan Penertiban APK).

Ketua Bawaslu Badung I Ketut Alit Astasoma, S.H. dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 pada Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020, menyampaikan arahan terkait dengan sub-Tahapan Pengawasan Masa Kampanye dan Dana Kampanye.

I Gusti Ngurah Wiadnyana, S. Sos., M.Si selaku Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung menyampaikan saran-saran dan rekomendasi, Pasangan calon di Kabupaten Badung adalah paslon tunggal, terkait dengan kegiatan kampanye paslon untuk bertemu dengan Desa Adat tiap hari bisa sampai bertemu dengan 3 (tiga) Desa Adat, seyogyanya paslon menyampaikan kegiatan dimaksud kepada Majelis Desa Adat (MDA). Berkaitan dengan pelaksanaan kampanye oleh paslon dimaksud bisa sampai melibatkan lebih dari 50 orang, dan miminta kepada Bawaslu Kabupaten Badung dan Pokja Covid-19 untuk lebih mengatensi kegiatan kampanye paslon agar lebih memperhatikan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Badung. Anggota KPU Kabupaten Badung (I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, S.H.) menyampaikan, protokol kesehatan merupakan prioritas dalam pilkada di masa pandemi Covid-19 ini agar tidak menjadi klaster baru. Anggota Pokja Pencegahan Covid-19 Badung A.A. Made Suarja Teja Buana, S.H., M.H, menyampaikan beberapa hal diantaranya:

1.Dalam masa saat kampanye disini merupakan peranan kita sebagai anggota Pokja pencegahan covid-19 agar dibuatkan kesepakatan antara MDA         dengan pasangan calon agar tidak terjadi pengkondisian yang melibatkan banyak orang saat masa Kampanye (massa);

2.Untuk pelaksanaan Debat Publik saya rasa kurang tepat lebih baik dibuat saja pendalaman Visi dan Misi pembahasaannya kurang tepat;

3.Terkait dengan pembatasan jumlah dalam kegatan kampanye agar selalu memperhatikan (physical distancing) jaga jarak aman minimal 1 meter, dan       selalu menggunakan minimal masker wajah dan disediakan setidaknya tempat untuk mencuci tangan;

4.Dalam pelaksanaan Debat Publik nanti kami menghimbau dan mencegah agar nanti saat pelaksanaannya selalu memperhatikan protokol kesehatan         terhadap orang-orang yang terlibat nanti saan kegiatan dimaksud, setidaknnya pastikan dahulu dan lebih intens dalam menerapkan protokol kesehatan.

Letkol Inf I Dewa Ketut Darmada, S.E., M.A.P perwakilan dari Kodim 1611/Badung menyampaikan, terkait dengan pelaksanaan tahapan Pilkada dimasa Pandemi Covid-19 ini kami atensi terhadap penerapan prokes dalam tiap tahapan, dan dapat kami sarankan dalam hal pengendalian covid-19 masyarakat untuk lebih membiasakan diri dengan yang namanya prokes kepatuhan dalam menggunakan masker dan setidaknya untuk lebih membiasakan diri mencuci tangan guna mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19.

Astasoma selaku Ketua Pokja mengapresiasi semua saran yang disampaikan oleh Anggota Pokja dan Alit memberikan tanggapan ”kami pastikan agar paslon setidaknya menerapkan Protokol Kesehatan mengingat setiap pelaksanaan Kampanye paslon selalu menembuskan surat ijin kampanye dan STTP kepada Bawaslu Badung dengan memperhatikan jumlah maksimal 50 orang dan berharap pihak-pihak yang dilarang hadir dan aktif dalam kampanye untuk tidak hadir guna tidak terjadinya pelanggaran TSM yang membahayakan mengingat di Kabupaten Badung hanya terdapat satu pasangan calon agar tidak sampai terjadi pembatalan pasangan calon tetapi jika tetap terjadi pelanggaran maka Bawaslu Kabupaten Badung akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan baik oleh pasangan calon maupun orang- orang yang terlibat dalam kampanye agar tercipta keadilan pemilu pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2020 dan juga meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung”. Salam Awas!

Komentar